Buta Hati
Penulis : Kamil Najmudin
KotaSantri.com :
Bencana terus menerus melanda bumi pertiwi, namun tetap saja banyak manusia yang sombong dan takabur kepada Allah SWT. Mereka berjalan dengan tengadah seraya menantang bencana yang lebih besar. Pengrusakan hutan masih dilakukan, terumbu karang tetap dihancurkan, gunung-gunung dirobohkan, sampah masih berserakan, kemaksiatan mereka tebarkan, fakir miskin semakin banyak, busung lapar melanda rakyat, akan tetapi korupsi tak pernah kunjung reda.
Jika kita telusuri semua itu, permasalahan utama berikut obatnya ada pada jiwa setiap manusia, yakni hati mereka. Hati (qalb) adalah pusat aktivitas segala kegiatan, hati merupakan organ yang paling utama dalam tubuh manusia dan nikmat paling agung yang diberikan oleh Allah. Hati menjadi tempat Allah membuat penilaian terhadap hambaNya. Pada hatilah letaknya niat seseorang. Niat yang ikhlas itu akan diberi pahala oleh Allah. Senada dengan hal itu, Rasul bersabda, "Jika hati beres, maka akan beres segala-galanya. Namun jika hati rusak, maka akan rusak segala yang ada dalam diri mereka." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan demikian, bencana seolah tidak menjadi ibrah dalam kehidupan karena hati mereka telah mati. Tanda daripada buta hati ialah, ia akan senantiasa bangga dengan perbutan dosa, bila disebutkan neraka ia tidak tergeru, dan jika disebutkan surga tidak terasa akan nikmatnya. Seperti halnya disebutkan pada ayat di atas, mereka punya hati, mereka punya telinga, namun sayang telinga mereka tuli pada perintah Tuhan, hati mereka buta akan kebenaran dan kebatilan. Sadarilah, permasalahan ini hanya bisa diselesaikan dari individu masing-masing.
Banyak hal yang membuat hati manusia buta. Utamanya adalah perbuatan maksiat. Setiap kali kita melakukan dosa dan tidak minta ampun, maka akan membuat satu titik hitam dalam hati. Coba renungkan berapa puluh kali kita melakukan dosa dalam sehari, berapa banyak yang dapat kita tobati, berapa usia kita? Renungkan jika dalam sehari ada seratus dosa yang kita lakukan, sedangkan hanya sepuluh yang mampu kita mintakan ampunan sedang usia kita empat puluh tahun, maka kira-kira sudah ada satu juta tiga ratus empat belas ribu titik hitam dalam hati.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 72, "Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)." Sebab itu, betapa menentukannya hati itu. Allah SWT senantiasa memerintahkan kepada makhluknya untuk selalu membersihkan hati serta mempertajamnya. Hati yang bersih akan mudah mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.
KH. Didin Hafidudin mengungkapkan dalam sebuah artikelnya bahwa hati yang terbimbing cahaya Illahi akan mampu memahami berbagai fenomena alam yang terjadi dan berbagai musibah yang menimpa, baik pada dirinya maupun masyarakat secara keseluruhan. Sebaliknya, hati yang buta tidak akan mampu melihat apalagi memahami dan mengambil pelajaran dari apa-apa yang terjadi di sekelilingnya.
Selain itu, hati yang bersih akan membawa pada ketenangan batin, hidup terasa ringan, berbagai permasalahan akan mudah diatasi, yang paling dirindukan adalah kebahagiaan yang abadi di surga kelak. Sebagaimana Firmannya, "Orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada sisi Kami ada tambahan." (QS. Qaaf : 33-35).
Allah SWT menciptakan alam raya ini senantiasa berpasang pasangan, termasuk penyakit berikut obatnya, hanya saja ada yang dapat ditemukan dan ada yang tidak. Buta hati adalah penyakit batiniyah, maka obatnya juga bersifat batin. Hati yang kotor, buta, bahkan mati, bisa diobati asalkan manusia mau untuk meraih obat dan mengamalkannya.
Apabila melihat penyebab utama buta hati, maka obat yang pertama adalah bertobat atas segala dosa yang telah dilakukan. Dosa-dosa yang telah dilakukan kita sesali dan kita bertobat untuk memohon ampun pada Allah SWT, maka tidak akan menjadi titik-titik hitam dalam hati yang dapat menyebabkan buta hati. Perbanyaklah tobat kepadaNya, sebab hanya dengan ampunanNya hati kita akan bercahaya kembali.
Kedua, Baca Al-Qur'an dan maknanya. Al-Qur'an adalah petunjuk dan pedoman hidup manusia, membaca dan memahami maknanya akan menjadi penerang hati dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat kelak. Ketiga, Shalat malam. Rasul sangat menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak shalat malam. Keheningan malam akan menciptakan kondisi yang membuat hati kita bisa khusyu dalam mendekatkan diri kepadaNya, juga memohonkan ampunan dari segala dosa yang telah kita lakukan.
Keempat, berdzikir. Dzikir merupakan obat untuk menenangkan batin. Banyaknya dosa yang telah kita lakukan akan berdampak pada keresahan hati, kebimbangan jiwa, dan kehampaan hidup. Dengan berdzikir, insya Allah hati akan tenang. Kelima, Puasa. Puasa dapat menahan hawa nafsu juga menahan dari godaan syetan. Perbuatan dosa yang kita lakukan semata-mata karena tidak dapat menahan hawa nafsu dan godaan syetan. Selain itu, Allah selalu mencurahkan ampunan dan kasih sayangNya pada orang-orang yang berpuasa.
Keenam, berkumpul dengan orang shaleh. Lingkungan memiliki peran penting dalam mempengaruhi kehidupan seseorang. Dengan banyaknya berkumpul bersama orang-orang shaleh, maka akan membawa pada perilaku hidup yang lebih baik. Untuk itu, peliharalah diri kita dari segala hal yang dapat menyebabkan hati kita buta pada kebenaran. Wallahu a'lam bish shawab.
[Swadaya]
0 Komentar Anda:
Poskan Komentar