Kesehatan adalah salah satu faktor terpenting dalam kehidupan karena kesehatan merupakan harta kita yang paling berharga. Untuk bisa sehat, sepenuhnya bergantung pada diri kita sendiri dan bukan pada dokter ataupun obat. Maka belajarlah berkomunikasi dengan tubuh agar kita bisa memperlakukan tubuh dengan bijaksana. Oleh karena itu manusia harus senantiasa bersyukur akan nikmat sehat yang diberikan oleh Allah, karena tanpa nikmat sehat aktivitas sehari-hari tidak akan berjalan dengan lancar. Sehat dan sakit adalah fenomena yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan manusia. Ibarat mata uang dengan dua sisi yang berbeda dalam memberikan symbol yaitu symbol pengakuan dan pengesahan akan nilai mata uang tersebut.
Manakala tubuh kita kurang bisa menjaga sistem ketahanan tubuh (red;menjaga komunikasi dengan tubuh sendiri) maka apa yang akan terjadi pada tubuh kita? Pastinya kita akan merasakan tubuh kita menjadi sakit. Itulah yang menyebabkan banyak masyarakat kita menganggap bahwa sehat itu mahal. Sehat menjadi mahal manakala kita tidak bisa menjaga sistem imunitas tubuh dan menjaga pola makan serta pola hidup sehari-hari. Ketika tubuh sakit, akan ditandai dengan munculnya ketidakharmonisan dalam tubuh, seperti rasa sakit, badan lesu,mual dan hilangnya selera makan, demam ataupun keluhan-keluhan lainnya yang umum kita rasakan. Tahukah anda bahwa semua gejala yang muncul ke permukaan itu bukanlah penyakit? Tapi itu merupakan cara tubuh berbicara atau berkomunikasi bahwasannya tubuh memiliki hak untuk selalu dijaga keseimbangannya.
Menurut ilmu kedokteran barat bahwa suatu penyakit muncul disebabkan adanya virus ataupun bakteri pathogen yang masuk ke dalam tubuh sehingga perlu adanya obat kimia yaitu antibiotic. Menurut ilmu bahasa antibiotic adalah anti kehidupan. Akankah kita rela tubuh kita dimasuki oleh zat-zat anti kehidupan?
Disisi lain munculnya gejala juga merupakan sinyal positif karena tubuh sedang tidak mampu melakukan tugas rutinnya. Maka alangkah bijaknya apabila kita menyambutnya keluhan tubuh dengan baik, bukan menyumbatnya dengan berbagai obat-obatan kimia sintetis.
Alangkah bahagianya jika disaat usia kita telah beranjak senja, kita masih memiliki harta yang tak ternilai harganya yaitu sehat. Sehat diwaktu kecil, dikala dewasa dan disaat beranjak tua merupakan dambaan setiap orang.
Pernahkah kita membayangkan bagaimana Rosulullah menjaga kesehatan sepanjang usianya? Dalam sejarah Rosulullah tercatat bahwa Rosulullah hanya dua kali dalam seumur hidupnya merasakan sakit yakni ketika disihir oleh ahli sihir pada zamannya dan merasakan demam dan sakit kepala manakala beliau merasakan sakaratul maut.
Ditambahkan, dalam sejarah Islam pada masa Rosulullah SAW penduduk Madinah selama dua tahun berturut – turut tidak pernah sakit. Bahkan, dua orang dokter yang pernah diutus oleh raja Mesir untuk membantu umat Islam di Mekkah merasa jenuh dan bosan karena mereka tidak bekerja apa – apa disana. Akhirnya mereka minta kepada Rosulullah untuk izin pulang ke Negara mereka. Dalam kisah tersebut diceritakan sebelum utusan dokter itu pulang mereka terlebih dahulu bertanya kepada Rosulullah perihal kondisi umat Islam pada saat itu. Wahai Rosulullah,”Sebelum kami kembali ke Negara kami ada satu hal yang ingin kami tanyakan kepada Engkau. Bagaimana caranya umat Islam tidak ada yang sakit selama dua tahun berturut – turut?” utusan dokter bertanya. Kemudian Rosulullah menjawab,”Kami adalah umat yang makan ketika merasa lapar dan berhenti makan sebelum kenyang .“
Dari kisah di atas telah jelas bahwa Islam sangat mengatur pola hidup sehat. Selain pola hidup yang sehat Rosulullah juga mengajarkan pola makan yang sehat. Dalam sebuah hadist dikatakan “ Tidak ada wadah yang lebih buruk yang dipenuhi oleh seorang manusia selain perutnya. Dia sebenarnya hanya membutuhkan beberapa suap untuk menopang hidupnya. Karena itu, perut perlu dibagi menjadi tiga bagian; sepertiga untuk makanan,sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim, dan Ibnu Hibban). Makanan dapat menyerang, merugikan dan mengubah fungsi normal tubuh jika jumlahnya berlebihan bahkan sumber berbagai penyakit datangnya dari perut. Maka dari itu jika kita tidak bisa menjaga perut kita maka timbul beragam penyakit, yang sebagian diantaranya membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkannya.
Rosulullah SAW memberi petunjuk tentang cara mengobati diri beliau sendiri, keluarganya dan para sahabatnya. Jenis obat yang digunakan Rosulullah SAW dan sahabat-sahabatnya tidak berupa campuran kimia, sebagian besar obat mereka adalah makanan sehat non kimiawi. Para ahli kesehatan setuju bahwa jika penyakit dapat diobati dengan makanan sehat , maka penggunaan obat sebisa mungkin dihindari. Jika terpaksa menggunakan obat, sedapat mungkin obat itu adalah obat yang alami bukan obat-obatan kimia sintetis. Tubuh akan sangat dirugikan jika kita diberi obat kimia sintetis, karena jika obat yang diberikan tidak bisa diterima oleh tubuh atau tidak sesuai dengan penyakitnya, maka penyakit yang diderita tidak dapat sembuh. Karena sifat obat kimia sintetis tidak memiliki fungsi menyembuhkan namun hanya bersifat sementara untuk meringankan rasa sakit atau meredakan rasa sakit, manakala reaksi obat di dalam tubuh sudah habis maka rasa sakit atau nyeri akan muncul kembali. Bahkan jika dosis yang diberikan berlebih maka akan sangat membahayakan tubuh. Berbeda dengan obat-obatan alami (red; obat herbal) tidak memiliki efek samping apapun yang ada adalah reaksi atau disebut dengan DOC (Direct of Current) atau krisis penyembuhan.
Dalam pengobatan herbal atau penyembuhan alamiah lebih efektif dan tidak berdampak pada munculnya suatu penyakit baru.
Istilah dalam pengobatan ilmiah disebut dengan konsep 4R,
yaitu
1. Release (mengeluarkan racun di dalam tubuh (red;detoksifikasi))
2. Relax (mengistirahkan tubuh untuk menstabilkan keadaan suhu agar system kekebalan tubuh (imuniti) dapat berfungsi kembali).
3. Regeneration (upaya tubuh untuk mengganti sel-sel yang telah mati atau rusak ).
4. Refuction (memfungsikan kembali organ-organ tubuh dengan baik).
Ketika tubuh diperlakukan dengan seimbang seperti pola makan seimbang atau tidak berlebihan, jam kerja atau aktifitas yang tidak berlebihan, begitu pula dengan jam istirahat yang tidak berlebihan, Insya Allah tubuh akan selalu sehat.
Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua agar selalu menjaga nikmat Allah berupa kesehatan. Yang terpenting lagi adalah bahwa kita harus menghindari semaksimal mungkin tubuh kita agar tidak dimasuki oleh zat-zat kimia berbahaya terlebih obat kimia yang belum jelas halal dan thoyyib baik dalam hal proses dan zatnya.
Penulis :
Ummi Abdan (Alumni Angkatan I Kursus Kedokteran Islam)
Natural Healing Center (NHC)
(021) 983 35735
0 Komentar Anda:
Poskan Komentar